Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia

Pergeseran Makna Ameliorasi (Sastra Bahasa Indonesia)

Pergeseran Makna Ameliorasi (Sastra Bahasa Indonesia) Perhatikan kalimat berikut! Sudah saatnya wanita disejajarkan haknya dengan pria dalam prestasi kerja. Kata wanita dan pria dalam kalimat tersebut sepadan artinya dengan kata perempuan dan laki-laki. Namun, dalam kalimat tersebut dipilih kata wanita dan pria. Apa alasan pemilihan kata wanita dan pria dalam kalimat tersebut? Dalam pemakaian kata, kita mengenal  ameliorasi , yaitu kata-kata yang maknanya mengalami pergeseran makna menuju lebih baik, lebih halus, lebih terhormat. Jadi kata wanita dirasakan lebih terhormat daripada kata perempuan. Begitu juga pemakaian kata pria lebih terhormat daripada kata laki-laki. Contoh: (a) Meskipun ia  buta  tetapi memiliki kelebihan dalam bidang musik. (b) Meskipun ia  seorang tunanetra , tetapi memiliki kelebihan dalam bidang musik.

Penulisan yang benar kata “pasca”

Penulisan yang benar kata “pasca” Penulisan yang benar kata “pasca” ini disalin dari  /penulisan-yang-benar-kata-pasca.html Ayo kita perhatikan paragraf berikut: Turunnya berat badan pascadiet tentu saja harus dibarengi  dengan kondisi tubuh yang sehat sekaligus bugar. Oleh karena  itu, diet yang sehat untuk melangsingkan tubuh, menurut Sadoso,  tidak boleh terlalu ketat. Untuk wanita jangan di bawah 1.200  kalori dan pria tidak di bawah 1.500 kalori. Dibandingkan dengan bentuk terikat lain,  pasca-  adalah yang paling sering dipakai. Sayangnya, penulisan bentuk terikat ini masih sering kali salah. Bentuk terikat harus selalu ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, kecuali pada bentuk terikat  maha-  dan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital. Jika sebuah bentuk terikat diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital, di antara kedua unsur itu ditulisk...

Dendy Sugono, Salah Seorang Ahli Bahasa

Dendy Sugono, Salah Seorang Ahli Bahasa Dendy Sugono, lahir pada 1949 di Banyuwangi. Ia mendapatkan gelar sarjana pendidikan dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Malang tahun 1974 dan meraih gelar doktor bidang linguistik di Universitas Indonesia tahun 1991 dengan disertasi “Pelepasan Subjek dalam Bahasa Indonesia “. Sejak tahun 1976, ia bekerja di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Ia pernah mengikuti Post Graduate Training Programme for General and Austronesian linguistics di Universitas Leiden, Negeri Belanda tahun 1981-1982. la juga penah belajar di Universitas Johann Wolfgang Goethe, Frankfurt Am Main,  Jerman, dalam rangka penulisan disertasi tahun 1986 dan 1987. Buku yang ditulisnya, antara lain: Petunjuk Penulisan Karya llmiah (bersama Panuti Sudjiman), Verba Transitif Dialek Osing : Analisis Tagmemik, Klausa Tansubjek dalam Ragam Bahasa Jurnalistik, dan Verba serta Komplementasinya (bersama Titik Indriastini).