Langsung ke konten utama

Materi Khotbah Jumat Terjemahan Bahasa Jawa di Sekolah

Pagi itu seperti biasa, bersama ibuku menyusuri sungai dengan perahu kecil. Sesekali berhenti memeriksa jaring yang telah kami pasang pada hari kemarin. Mengambil ikan yang tertangkap oleh jaring, lalu membersihkan jaring dari kotoran yang ikut tersangkut, kemudian memasang kembali dengan harapan nanti sore bisa dilihat lagi dengan banyak ikan bergelantungan terjebak di jaring sederhana kami.

Seperti biasa kami memasang jaring dan membiarkan sampai berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan di pinggir sungai, di muara anak sungai, atau di muara saluran ke tambak. Setiap pagi dan sore kami tinggal mengambil ikan yang tertangkap dan membersihkan dari sampah yang ikut terperangkap, juga dari binatang lain yang tidak kami kehendaki misalnya ular, atau biawak kecil. Ikan yang tertangkap, ada jenis keting, mujaer, sembilang, dukang, bloso, gabus, atau betik. Terkadang juga udang besar atau kepiting. Kami senang melakukan rutinitas itu. Dan saat ini terkadang aku rindu kegiatan itu, dan ingin sesekali melakukannya lagi, namun sayang di tempat kami sekarang tidak banyak ikan seperti dulu.

Ada puluhan jaring yang kami pasang, dan saat itu sudah memberikan hasil yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Meski untuk memenuhi kebutuhan keluarga, penghasilan bapakku sudah cukup, namun kami senang tetap membantu dan mendapatkan hasil. Permainan yang sangat menghibur, menyusuri sungai yang elok, lalu mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Kami juga mendapatkan gizi yang baik dari ikan segar yang kami dapatkan tiap hari. Ikan segar, yang masih meloncat-loncat saat dibersihkan, untuk segera dimasak. Bahan makanan yang mahal yang tidak mudah kami dapatkan saat ini.

Pagi itu hari Jumat. Hari libur bagi kelas ku, karena sekolah sedang digunakan untuk pengenalan siswa baru. Sedang asyik mengayuh dayung sambil mengikuti arus air yang sedang pasang. Sambil bekerja yang bagi kami adalah permainan itu, bersama ibuku main tebak-tebakan. Sambil tersenyum dan sesekali tertawa, kami menikmati kebersamaan itu. Tiba-tiba ada yang memanggilku. Dari atas jembatan yang baru saja kami lalui. Adikku. Dia bersama pak guru. Guru agama. “Ada apa ya?” pikirku.
Tanpa kata-kata, aku yang duduk di bagian belakang perahu yang mengemudikan perahu itu, langsung menepikan perahu ke pinggir sungai. Adikku berlari menuju kami.
“Dipanggil Pak Guru!” teriak adikku saat sudah dekat.
“Ada apa?” tanyaku singkat.
“Ada tugas. Aku yang gantikan.” Adikku langsung melompat ke perahu, aku serahkan dayung yang aku pegang, lalu dengan berpegangan pada pohon yang ada dipinggir sungai aku naik.
Segera aku menghampiri Pak Guru. “Ada apa Pak?”
“Tadi aku ke rumahmu. Lalu aku tahu kamu ada di sekitar sini. Aku ajak adikmu untuk menggantikan kamu. Nanti kamu jadi khotib ya” Pak Guru menjelaskan.
Tanpa banyak bicara, aku langsung naik di motor pak Guru.

Wah, jadi khotib Jumat, tanpa persiapan, hanya tinggal beberapa jam. Di jalan aku terus memutar otak, materi apa yang bisa disampaikan nanti.

Oleh Pak guru, aku diantar pulang untuk mandi dan ganti pakaian seragam sekolah. Untung ada buku yang berisi contoh-contoh kutbah Jumat. Dan masalahnya, itu adalah buku milik bapakku,  menggunakan bahasa Jawa. Masak di sekolah khotbah menggunakan bahasa Jawa. Bisa tertawa semua nanti.
Segera aku salin  salah satu materi khotbah. Aku terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan menulisnya di kertas. Sedangkan bagian yang bahasa Arab aku lepas, lalu aku gabung bersama tulisanku.

Alhamdulillah, hari itu jumatan di sekolah berjalan dengan lancar. Pak Guru sempat menanyakan materi yang aku sampaikan dan beliau minta, katanya untuk khotib lain di kesempatan yang lain. Hah, terjemahan singkat yang aku buat ternyata membuat Pak Guru tertarik. Memang materi ceramah bahasa Jawa sering mengandung nilai yang bagus.

Halo adik-adik kelasku yang saat itu mengikuti sholat jumat. Mungkin kalian tidak tahu, hari itu aku dijemput ‘paksa’ oleh Pak Guru Agama dari pekerjaanku sebagai nelayan, mencari ikan bersama ibuku. Untung adikku bisa menggantikan aku saat itu. Untung ada kitab tua bahasa Jawa sehingga gerogiku tertutupi oleh materi yang bagus, jiplakan dari kitab itu.

Alhamdulillah, sepulang dari sekolah yang seharusnya hari itu aku libur, aku mendapati ibu dan adikku baru saja menjual ikan dalam jumlah cukup banyak. Cukup untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.

Siang itu aku juga makan ikan keting dimasak kelo asem (asem-asem). Ibuku sengaja memilih yang paling besar untuk aku, yang ada telurnya. Terima kasih. Ibu.

Postingan populer dari blog ini

Fungsi Tata Panggung (dalam teater)

Fungsi Tata Panggung Dalam perancangan tata panggung selain mempertimbangkan jenis panggung yang akan digunakan ada beberapa elemen komposisi yang perlu diperhatikan. Sebelum menjelaskan semua itu, fungsi tata panggung perlu dibahas terlebih dahulu. Selain merencanakan gambar dekor, penata panggung juga bertanggungjawab terhadap segala perabot yang digunakan. Karena keseluruhan objek yang ada di atas panggung dan digunakan oleh aktor membentuk satu lukisan secara menyeluruh. Perabot dan piranti sangat penting dalam mencipta lukisan panggung, terutama pada panggung arena dimana lukisan dekor ...[ BUKA ]   Suasana dan Semangat Lakon   Periode Sejarah Lakon Lokasi Kejadian Status dan Karakter Peran Musim   Selengkapnya tentang TATA PANGGUNG untuk Pementasan / Teater . . . . . . . .. . . . . .

Ketika kita harus mendapat musibah

Ketika kita harus mendapat musibah, sering karena begitu sayangnya Tuhan pada kita, musibah itu didatangkan dengan tanpa membuat kita repot. Maka bersyukurlah ketika kita mendapat musibah kerugian, dengan jalan dicurangi orang lain. Karena dalam hal itu kita hanya perlu ikhlas, tanpa repot-repot mengantar atau membayar. Namun orang yang curang itu yang harus repot mengambil dan menanggung dosa. Cukup ikhlaskan dan bersabar atas segala musibah, maka untuk berikutnya kita harus siap-siap banyak bersyukur, karena akan diganti dengan nikmat yang begitu besar. Jika musibah membuat kita lebih dekat pada Tuhan, dan kita makin lebih banyak memohon pada-Nya dan memperbanyak istighfar, maka musibah itu baik untuk kita. Alhamdulillah. Jika nikmat membuat kita lebih banyak bersedekah dan lebih banyak bersyukur, kita makin dekat dengan Tuhan dan pada banyak manusia, maka nikmat itu baik untuk kita. Alhamdulillah. Jika rutinitas kita bisa kita niatkan untuk ibadah, maka setiap langkah bisa menjadi k...

Pengembangan Ilmu Kesehatan

Pengembangan Ilmu Kesehatan Pengembangan Ilmu Kesehatan Sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu kesehatan selalu dan terus mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Kemajuan dan perkembangan ilmu kesehatan tidak dapat terlepas dari kemajuan dan dukungan ilmu-ilmu dasar seperti Biofisika, Biokimia, Mikrobiologi, Biologi molekuler, dan Genetika. Di beberapa negara maju, ilmu kesehatan mendapatkan perhatian serius dan dikembangkan secara intensif dengan harapan dapat memberi jalan keluar untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi umat manusia pada saat ini maupun yang akan datang yang menyangkut: 1. Kebutuhan obat-obatan dan vaksin 2. Kebutuhan pola hidup sehat 3. Kebutuhan lingkungan hidup yang sehat 4. Penelitian untuk pengembangan ilmu kesehatan. dikutip dari:  pengembangan-ilmu-kesehatan.html