Langsung ke konten utama

Postingan

Hanya kepada Al Ghaniyyun Haliim kita menyerahkan semuanya

Sering, kita yang harus bertanggung jawab atas kesalahan anak buah kita, orang yang bekerja pada kita, atau pemasok kita. Untung saja kebanyakan hal yang perlu kita bertanggung jawab atas hal yang bukan karena kesalahan kita itu, bisa diganti dengan UANG. Ya, untuk itulah kita mesti saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaatan. Karena kesalahan orang di sekitar kita sering harus kita ikut bertanggung jawab, lalu kita mengalami kerugian materi dan waktu, dan harus pintar-pintar tetap menjalin hubungan. Karena sering, kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk mengalah, maka mesti kita sendiri yang mengalah. Bila perlu kita yang maju meminta maaf dan mengganti rugi, mewakili mereka. Dan akhirnya hanya kepada Al Ghaniyyun Haliim kita menyerahkan semuanya.

Melatih diri Menghadapi Masalah

Alhamdulillah, beberapa waktu terakhir ini banyak kesempatan untuk melatih diri menghadapi masalah yang rumit dan mungkin bagi kebanyakan orang adalah masalah yang berat. Bersyukur Tuhan memberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. Tuhan juga memberikan kemudahan dalam menghadapi dan menyelesaikan semua masalah itu dengan sebelumnya mesti banyak berlatih ikhlas dan sabar. Ikhlas memberikan hak kita pada orang lain yang sebenarnya tidak berhak, dan sabar dalam berjuang memperbaiki hubungan dan membantu orang lain dalam memperjuangkan hak mereka. Berlatih untuk dengan sangat mudah mengikhlaskan jika ada milik kita yang diambil orang lain, namun di sisi lain mudah sekali tergerak untuk membantu, jika ada hak orang lain yang diambil oleh pihak yang tidak berhak. Kemudian tidak pernah berputus asa dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan. Ya, semua itu adalah karunia dari Tuhan Yang Pemurah. Dalam setiap tahap latihan itu pun Tuhan juga sering memberikan ganjaran...

Rencana Halal Bihalal Sobat-sobat Alumni, Guru, Siswa Aktif, STMN Perkapalan & STK 3 Buduran Sidoarjo

Rencana Halal Bihalal Sobat-sobat Alumni, Guru, Siswa Aktif, STMN Perkapalan & STK 3 Buduran Sidoarjo Nashirudin Baihaqi Semoga kebaikan yang kita rencanakan ,bisa berjalan lancar .Amin Klik "Like" untuk Konfirmasi . .     Anda, Yulita Affandi, Brandal Lokajaya, Marten Wonk Gantenk, dan 15 orang lainnya menyukai ini.         Noer Hassan insyaallah cak....ojok lali simon undangen yooo      .         Slamet Harsono Trus piye teknis urunane & berapa besarannya? Atau semua ditanggung panitia? Hehe.. Suwun yo..     .         Nashirudin Baihaqi Teknis Urunane ya seihlasna mawon mas.koyo urunan duit Tol jamane naik len Pal aja.       .         Slamet Harsono Jadi dikumpulkan saat acara atau transfer sebelumnya? Aku cuman kebayang aja pusingnya panitia bila harus nomboki dulu...

Terlalu banyak tugas yang terkesan hanya main-main, hanya menyulitkan orang yang peduli

Hari ini banyak yang mengikuti  MOPDB atau dulu disebut MOS (Masa Orientasi Siswa). Bermacam tugas aneh diberikan. Salah satunya ada d ua puluh lebih jenis barang yang aneh-aneh harus dicari oleh peserta didik (atau dibantu orang tua) yang peduli. Dan tentu saja tidak akan memberikan pengaruh apa-apa bagi siswa yang tidak peduli, karena paling-paling nanti akan dimarahi oleh temannya yang bisa dia tidak pedulikan. Di hari pertama, begitu banyak jenis barang aneh yang harus dicari, belum untuk hari berikutnya. Kasihan, banyak anak yang menangis pada orang tuanya yang tidak berhasil mendapatkan buah rambutan, karena memang pada saat ini bukan musim rambutan. Kasihan juga seorang ibu yang tergesah-gesah mengantarkan keplek milih anaknya dengan ukuran yang disyaratkan lebih lebar dari ukuran tubuh manusia, namun setelah sampai, keplek yang disyaratkan harus CULUN itu, hanya ditumpuk di tanah. Kasihan banyak orang tua yang tidak tidur menemani anaknya yang juga tidak tidur untuk mengerj...

Semua Hanya Sementara

Ada yang datang, ada yang melenggang, semua hanya sementara, berlalu begitu saja. Jangan terlalu keras dalam tertawa karena yang membuat kita senang tidaklah lama Jangan terlalu dalam saat mengelu karena yang membuat kita sedih segera berlalu Dalam waktu yang singkat dapatkah kita memberi manfaat amalpun terus meningkat dan tiada henti bertobat Hidup bukan hanya untuk diri sendiri sebesarnya bagi sesama memberi arti agar tiada kita hanya bisa menyesali saat semua yang ada ini tiada lagi

Rumah Pak Gun

Rumah Pak Gun Lihat Pak Guntoro di peta yang lebih besar Depan UNMU, setalah jembatan timbang belok kiri, masuk ikuti jalan, setelah sekolahan ada perumahan Candi Loka, masuk, gang pertama belok kanan, rumah ke dua atau ketiga.

Sudah saatnya Rupiah Nilainya dikalikan 1000. 1 (satu) rupiah (yang baru) sama dengan 1000 rupiah sekarang

Sudah saatnya Rupiah Nilainya dikalikan 1000. 1 (satu) rupiah (yang baru) sama dengan 1000 rupiah sekarang. Kebanyakan penjual pun sudah tidak menyebut ribu, dalam menyebut harga barangnya dalam ucapan. “Pinten niki Bu?” (berapa ini Bu?) , kata seorang ibu pembeli sambil menunjuk sebungkus kentang. “Kaleh” (Dua) , jawab penjual . “Niki Bu?” (Ini Bu?), sambil menunjuk ikan patin. “Sekawan welas” (Empat belas) , jawab penjualnya. Dalam menghitung total belanja, penjual juga menyebut tanpa ribu. “Iki loro, tambah pat belas, nem belas, tambah limo, selikur, tambah loro setengah, telu lekur setengah, tambah siji setengah, selawih”. (Ini dua, tambah empat belas, enam belas, tambah lima, dua puluh satu, tambah dua setengah, dua puluh tiga setengah, tambah satu tengah, dua puluh lima) . Hal semacam itu, banyak kita temui saat membeli makanan, saat menanyakan harga baju di pasar, saat menanyakan jasa tukang kayu dan lain-lain. Barang-barangpun, tidak banyak yang harganya dibawah 1000 ru...